
Kayu Putih, Buleleng – Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan Perbanyakan EM4 sebagai Bioaktivator Pembuatan Kompos yang Ramah Lingkungan di Rumah Kompos Kapudarling, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Pendidikan Ganesha, yaitu Dr. Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si. dan Jean Nihana Mulyo Putri Manalu, S.P., M.Si., sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola rumah kompos dalam memproduksi biang EM4 secara mandiri guna menekan biaya operasional pengolahan sampah organik.
Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga yang efektif dan ramah lingkungan. Dalam sesi ini, tim memberikan materi mengenai pentingnya pemilahan sampah, pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL), serta penggunaan EM4 dalam mempercepat proses pengomposan. Tingginya harga EM4 di pasaran menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pengelola Rumah Kompos Kapudarling, sehingga perbanyakan EM4 dipilih sebagai solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pengembangbiakan EM4 yang melibatkan pengelola rumah kompos. Praktik dilakukan dengan memproduksi EM4 sebanyak 20 liter menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, yaitu air bersih, terasi, gula merah, dan EM4 sebagai starter. Seluruh proses, mulai dari pencampuran bahan hingga teknik fermentasi, dipraktikkan secara langsung dan didampingi oleh tim pengabdian serta mahasiswa.

Larutan EM4 yang telah dibuat kemudian diinkubasi selama tujuh hari menggunakan sistem fermentasi tertutup dengan saluran udara. Evaluasi hasil fermentasi dilakukan melalui pendampingan intensif, dengan indikator keberhasilan berupa aroma khas fermentasi, warna kecokelatan, serta tidak adanya pertumbuhan jamur. Hasil monitoring menunjukkan bahwa proses pengembangbiakan EM4 berjalan dengan baik dan berhasil.
Melalui kegiatan ini, pengelola Rumah Kompos Kapudarling memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memperbanyak EM4 secara mandiri. Diharapkan, ketersediaan EM4 yang berkelanjutan dapat mendukung pengolahan sampah organik menjadi kompos secara optimal, sekaligus berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Desa Kayu Putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta bentuk sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjawab permasalahan lingkungan secara inovatif dan aplikatif.





