Belantih, Kintamani – Tim pelaksana Program Penerapan IPTEKS melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan diversifikasi pengolahan buah jeruk Siam bagi petani yang tergabung dalam Kelompok Subak Lunjangan, Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Pendidikan Ganesha, yaitu Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M.Si., Ni Putu Dian Pertiwi, S.Si., M.Si., dan Jean Nihana Mulyo Putri Manalu, S.P., M.Si., sebagai wujud kontribusi akademisi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah hasil panen jeruk menjadi produk bernilai tambah dan berdaya simpan lebih lama.
Jeruk Siam Kintamani merupakan komoditas unggulan daerah dengan produksi yang melimpah, khususnya pada musim panen raya. Namun, melimpahnya hasil panen sering kali diiringi dengan penurunan harga jual dan terbuangnya buah jeruk yang tidak terserap pasar. Melalui program penerapan IPTEKS ini, petani diberikan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengolah jeruk Siam menjadi berbagai produk olahan, seperti selai dan sirup jeruk.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi mengenai potensi pengolahan pascapanen buah jeruk, dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan selai dan sirup jeruk. Peserta pelatihan secara aktif terlibat dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga teknik pengemasan produk yang higienis dan menarik. Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan terkait strategi pemasaran produk olahan melalui media sosial.
Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, dilakukan uji organoleptik terhadap produk selai dan sirup jeruk yang dihasilkan oleh peserta. Hasil pengujian menunjukkan tingkat kesukaan panelis berada pada kategori “suka”, yang menandakan bahwa produk olahan jeruk memiliki kualitas rasa, aroma, warna, dan tekstur yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Melalui kegiatan ini, anggota Kelompok Subak Lunjangan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam diversifikasi olahan jeruk Siam, pemilihan kemasan yang inovatif dan higienis, serta pemasaran produk secara mandiri. Diharapkan program ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan petani, mengurangi limbah pascapanen, serta mendorong tumbuhnya usaha berbasis potensi lokal di Desa Belantih. Kegiatan penerapan IPTEKS ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna.





